Kamis, 16 Mei 2013

Pengurus Dan Kegiatan Indor dan outdoor Yayasan Meridian Kabah Kota Depok

Menghadiri Halaqoh Nasional atas undangan  MUI tentang Meridian Kabah Zone 11 Mei 2013 Sabtu

DR IR Maspul Aini Kambry Msc, Ketua Yayasan Meridian Mekah

DR IR Ahmad Nawawi MA dan Sapril Simabor, Penggagas Yayasan Meridian Mekah

Sapril Simabor dan Jhoni Prabowo Penggiat Yayasan

Saoril dan Hasnan Habib, penggagas Padi Tawaf

Sapril Simabor dan Saripudin, Penggagas Padi Tawaf

Saripudin, Petani Penggagas Padi Tawaf


Minggu, 12 Mei 2013

AKAR KHILAFIYAH ( THE NEVERENDING MOONSIGHTING DEBATE) DALAM MEWUJUDKAN UNIFIKASI KALENDER HIJRIYAH


 
Keinginan umat Islam untuk mewujudkan unifikasi kalender hijriyah sampai saat ini belum berhasil menentukan metodologinya baik format maupun formulanya. Berawal dari konvensi Istambul tahun 1978 di Turki yang melahirkan Wihdatul Matla sampai dengan tahun 2007 “Simposium Internasional sebagai upaya penyatuan (unifikasi) kalender Islam Internasional di Jakarta bahkan sampai diresmikannya menara Abraj A; Bait Tower “Mecca Royal Clock Hotel Tower12 Agustus 2010 yang dijadikan momentum oleh general Manager hotel tersebut, Mohammed Al Arkubi dalam jumpa pers di Dubai yang ingin “Menjadikan waktu Mekah seperti halnya Greenwich Mean Time.”
            Kami dari Yayasan Meridian Mekah yang diketuai oleh seorang astronom Profesor Dr. Ir Maspul Aini Kambry M.Sc sejak tahun 1994 mencoba untuk menentukan metedologi unifikasi kalender hijriah dalam bentuk format maupun simulasinya. Alhamdulillah kami sudah menemukan formatnya dan insya Allah dalam waktu dekat sedang kami siapkan formulasinya dalam bentuk jurnal ilmiah sebagai bahan mengadakan symposium bahkan koferensi internasional untuk mendeklarasikan Sistem tata waktu Mekah Meridian Zone”.
Beberapa hal penyebab terjadinya khilafiyah dalam penentuan awal bulan Islam:
  1. “Penyelisihan pendapat antar kelompok ummat Islam” Itu terjadi bukan disebabkan oleh “beda sudut pandang umat di Indonesia saja” melainkan seluruh ummat Islam dimuka bumi yang secara tidak sadar terjebak dalam sistem GMT yang membagi bumi dalam dua wilayah Timur, Barat.
  2. Metode hisab dan Rukyah masih menimbulkan perbedaan minimal sehari (86.400) detik yang seharusnya walaupun sedetik tidak boleh ada perbedaan, jadi harus ada integrasi hisab (perkiraan) dengan Rukyah (observasi) karena hisab diperlukan untuk menentukan wilayah terbaik (terakurat) untuk melakukan rukyah, sedangkan rukyah diperlukan untuk mengklasifikasi hisab yang akan melahirkan “The Best Cresent visibility” sebagai acuan untuk menetaplan “International Lunar Date Time” (ILDL)
  3. Metodelogi Fiqhiyah dengan dua faham yang belum terintegrasi yaitu :
a.       Faham Ittihad ul - Matla ( Unity of the Crescent)
b.      Faham Ikhtilaf ul - Matla (Different Crescent)
Insya Allah semua perbedaan tersebut kita selesaikan dalam sebuah formulasi jika kita jadikan ka’bah sebagai Mekah Meridian Zone” yang berfungsi :
  1. Sebagai Benchmark (patokan) Geografis
  2. Sebagai Episentrum (pusat ritual)  spiritual.
  3. Sebagai White Hole (sumber ilahiyah)  Baitullah. Penulis : Safril Simabor

MULTAZAM YANG MUSTAJAB (pusaran energi ka’bah)

Ketika seseorang menunaikan ibadah haji, salah satu cita citanya adalah berdoa di Multazam. Ini adalah tempat yang paling mustajab untuk berdoa kepada Allah. Multazam adalah satu tempat di dekat Ka’bah, antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Konon berdoa disini gampang dikabulkan Allah. Dan hampir bisa dipastikan setiap orang yang berthawaf menyempatkan diri untuk berdoa di Multazam ini. Adakah rahasia yang bisa dijelaskan, kenapa berdoa di tempat ini demikian mustajab?
Ada beberapa faktor yang menyebabkan Multazam menjadi tempat yang Mustajab. Yang pertama adalah faktor nabi Ibrahim. Yang kedua faktor Hajar Aswad. Dan yang ketiga faktor jutaan manusia yang berthawaf mengitari Ka’bah.
1. Faktor Nabi Ibrahim
Ibrahim menjadi salah satu faktor penyebab Multazam sebagai tempat yang mustajab. Kenapa demikian? Karena nabi Ibrahim adalah orang yang membangun Ka’bah itu, bersama nabi Ismail. Memang apa pengaruhnya? Sangatlah besar pengaruhnya, sebab nabi Ibrahim adalah manusia yang memiliki energi positip luar biasa besar yang kemudian menular ke seluruh karya karyanya. Allah mengatakan di dalam QS. Shaad (38): 45
“Dan Ingatlah hamba-hamba Kami, Ibrahim, Ishak, dan Ya’kub yang mempunyai karya- karya besar dan ilmu pengetabuan (visi) yang jauh ke depan”
Selain itu, Allah juga mengatakan bahwa nabi Ibrahim adalah hamba yang berhati lembut, seperti ayat berikut ini.
At Taubah (9) :114
“Dan permintaan ampun dari Ibrabim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri daripadanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.”
Apa hubungannya hati yang lembut dan karya yang besar? Bahwa hati yang lembut akan memancarkan cahaya dan aura yang positif. Semakin lembut dan ikhlas seseorang, maka pancaran auranya semakin kuat sehingga bisa meresonansi sekitarnya. Maka, seperti saya katakan bahwa dekat dengan orang-orang yang soleh akan menyebabkan hidup dan hati kita menjadi tentram.
Padahal kita tahu bahwa nabi Ibrahim adalah rasul yang memiliki kualitas kepasrahan dan keikhlasan yang sangat tinggi. Sehingga oleh Allah, beliau dijadikan teladan bagi manusia. Semua itu telah terbukti ketika beliau diperintahkan untuk mengorbankan anaknya, nabi Ismail. Semua itu dijalaninya dengan penuh kepasrahan dan keikhlasan.
Manusia sekualitas nabi Ibrahim ini, pancaran energinya luar biasa besarnya. Dengan dekat orang sesoleh beliau, bisa menyebabkan hati kita menjadi ketularan alias teresonansi mengikuiti getaran frekuensi hatinya. Terasa sejuk dan penuh kedamaian. Lingkungan dan tempat-tempat khusus yang pernah menjadi lokasi aktivitas beliau pasti teresonansi oleh energi beliau. Apalagi karya-karya yang langsung lahir dari tangan beliau.
Ka’bah adalah karya Ibrahim. Maka, di dalam karya ini tersimpan energi nabi Ibrahim yang sangat besar. Hal ini bisa dianalogikan dengan batang besi yang digosok-gosok oleh magnet. Jika ada sebuah batang besi biasa digosok-gosok magnet, maka batang besi biasa itu akan berubah menjadi magnet juga. Meskipun, dalam kurun waktu tertentu kemagnetan itu hilang kembali. Akan tetapi jika gosokan itu dilakukan berulang-ulang selama kurun waktu yang panjang, maka besi biasa itupun akan menjadi magnet yang permanen. Dia bisa menarik logam-logam seperti magnet yang asli.
Demikian pula halnya dengan ka’bah. Karena Ka’bah adalah karya nabi Ibrahim, dan kemudian menjadi tempat aktivitas beribadah selama bertahun-tahun, maka Ka’bah itu menyimpan energi nabi Ibrahim yang positif. Dekat dengan Ka’bah, seperti dekat dengan nabi Ibrahim. Kita merasakan ketenangan dan kedamaian, lembut seperti sifat nabi Ibrahim yang dipuji-puji oleh Allah itu.
Maka berdoa di dekat Ka’bah sangatlah besar manfaatnya. Jiwa kita terbantu untuk menjadi khusyuk. Hati menjadi tenang dan fokus, pada saat berdoa. Seringkali kita melihat orang berdoa di dekat Ka’bah tak mampu membendung air matanya. Mereka menangis sesenggukan sambil menengadahkan tangannya bermunajat kepada Allah. Hatinya menjadi lembut dan santun. Hilang semua kesombongan dan keangkuhannya. Doa yang demikian adalah doa yang ‘didengarkan’ oleh Allah, karena keluar dari hati yang paling dalam.
QS Al a’raaf (7) : 55
“Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
‘Dan ingatlah ketika Ibrahim meninggikan dasar
dasar baitullah bersama Ismail (seraya berdoa) :
ya Tuhanku kabulkanlah daripada kami, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui”
2. Faktor Hajar Aswad
Hajar Aswad, artinya Batu Hitam. Ia ditempatkan di sebuah lubang, di salah satu pojok bangunan Ka’bah. Konon, batu hitam ini jatuh dari langit. Dugaan saya, ini adalah sisa batu meteor yang memiliki kadar logam sangat tinggi. Pada jaman dulu, kejadian seperti itu sering kali terjadi. Bahkan di pulau Jawa, kita mendengar cerita, bahwa para empu menjadikan batu meteorit itu sebagai bahan untuk membuat senjata, termasuk keris, karena logamnya diketahui memiliki kualitas yang sangat tinggi.
Memang ada yang mengatakan bahwa batu hitam itu adalah batu surga yang dulunya berwarna putih. Kemudian menjadi hitam, karena menyerap dosa-dosa manusia yang berthawaf. Akan tetapi cerita semacam ini tidak memiliki dasar yang jelas, dan juga tidak ada sumber yang otentik. Batu hitam itu, oleh nabi Ibrahim lantas dijadikan sebagai salah satu bagian dari batu pondasi Ka’bah. Nabi Ibrahim bersama nabi Ismail memperoleh perintah dari Allah untuk meninggikan dasar-dasar Ka’bah, untuk kemudian menjadi pusat peribadatan pada jamannya, hingga kini.
QS. Al Baqarah (2) : 127
“Dan ingatlah krtika Ibrahim meninggikan dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa) : Ya Tuhanku, kabulkanlah daripada kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”
Apakah pengaruh batu hitam meteorit itu bagi kemustajaban doa seseorang? Kalau hanya batu meteoritnya saja, barangkali tidak banyak berguna untuk membantu kekuatan doa. Tetapi karena batu meteorit itu menjadi bagian dari karya seorang Ibrahim, maka batu yang memiliki konduktifitas elektromagnetik sangat tinggi itu menjadi sangat besar peranannya. Lebih dari itu, batu hitam ini juga diletakkan pada lokasi yang dipilih oleh Allah untuk bisa membangkitkan energi yang besar, yaitu di atas pondasi Ka’bah.
Energi yang dipancarkan oleh nabi Ibrahim sepanjang interaksinya pada waktu itu tersimpan di sistem bangunan Ka’bah. Apalagi pada saat usai membangun Ka’bah itu beliau berdua berdoa mohon dikabulkan atau diterima peribadatan mereka, seperti diungkapkan dalam ayat di atas. (Hal ini akan saya terangkan lebih lanjut pada bagian berikutnya, sebagaimana bangunan masjid yang ternyata menyimpan energi sangat besar dari orang-orang yang shalat di dalamnya.)
Nah, disinilah Hajar Aswad berfungsi sebagai ‘pintu’ masuk dan keluarnya energi Ka’bah, karena ia memiliki daya hantaran elektromagnetik yang sangat tinggi. Energi Ka’bah mengalir deras dari bagian ini ‘menyinari orang-orang yang berada di dekatnya. Meskipun energi itu juga memancar dari bagian-bagian Ka’bah yang lain. Akan tetapi, yang paling besar adalah yang terpancar dari Hajar Aswad. Karena itu orang yang paling dekat dengan Hajar Aswad itulah yang akan mengalami pengaruh paling besar. Di situlah letaknya Multazam.
Getaran gelombang doa kita itu tertuju ke arah Hajar Aswad, sehingga terjadi kontak antara hati kita dengan sistern energi Ka’bah. Tetapi harus kita pahami bukan karena Ka’bah itu kita berthawaf. Juga bukan karena batu hitam, Hajar Aswad, melainkan sepenuhnya karena Allah. Karena itu, ketika kita memulai berthawaf yang kita ucapkan adalah Bismillaahi Wallaahu Akbar Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar. .
Suatu ketika seorang kawan saya menunaikan ibadah haji. Pada saat dia shalat berjama’ah di masjid Al Haram, cuaca sedang hujan deras. Seusai shalat, dia mengalami kejadian yang tidak bisa dia lupakan. “Pada waktu itu, tiba-tiba ada petir menyambar,” katanya. Namun anehnya petir itu tidak menyambar penangkal petir di gedung gedung tinggi di sekitar Masjid Al Haram seperti yang ada di atas Hotel Hilton, misalnya melainkan menyambar Ka’bah. Saya sempat terperanjat mendengar cerita itu. Karena, secara Fisika ini menunjukkan kepada kita betapa dahsyatnya konduktifitas Hajar Aswad itu dibanding kan dengan Platina yang berada di ujung penangkal petir, di gedung gedung tinggi sekitar Ka’bah.
Semestinya, petir selalu menyambar benda tertinggi yang bisa digunakannya untuk segera menjalar ke tanah. Disebabkan beda tegangan yang besar antara awan dan bumi, maka petir ingin segera meloncat ke bumi secepat-cepatnya. Karena itu, jika ada benda tinggi yang bisa menyalurkan petir itu ke bumi maka ia pasti segera menyambarnya.
Maka, kejadian di atas memberikan informasi yang sangat meyakinkan saya, bahwa Hajar Aswad memang memiliki tingkat konduktifitas yang luar biasa. Karena itu, ia akan sangat berperan menjadi saluran ‘keluar masuknya’ energi gelombang elektromagnetik dalam sistem energi Ka’bah.
3. Faktor Orang Berthawaf
Faktor penyebab besarnya gelombang elektromagnetik Ka’bah, salah satunya adalah dikarenakan orang berthawaf. Kenapa orang yang berthawaf menyebabkan munculnya gelombang elektromagnetik? Dan lantas apa kaitannya dengan doa yang mustajab? Ada kaitan yang sangat erat antara orang berdo’a dan gelombang elektromagnetik yang ada di sekitar Ka’bah.
Sesungguhnya, setiap perbuatan manusia selalu menghasilkan gelombang elektromagnetik. Gelombang itu selalu memancar ketika kita melakukan apa pun. Baik kita sedang berkata-kata, ataupun kita sedang berpikir, apalagi sedang melakukan aktifitas fisik. Badan kita memancarkan energi elektromagnetik.
Kenapa demikian? Karena tubuh kita ini memang merupakan kumpulan bio elektron yang selalu berputar-putar di dalam orbitnya di setiap atom-atom penyusun tubuh kita. Ketika kita berkata-kata, kita sebenarnya sedang memancarkan gelombang suara yang berasal dari getaran pita suara kita.
Ketika kita berbuat, kita juga sedang memantul-mantulkan gelombang cahaya ke berbagai penjuru lingkungan kita. Jika tertangkap mata seseorang, maka mereka dikatakan bisa melihat gerakan atau perbuatan kita. Demikian pula ketika kita sedang berpikir, maka otak kita juga memancarkan gelombang-gelombang yang bisa dideteksi dengan menggunakan alat perekam aktivitas otak yang disebut EEG (Electric Encephalo Graph). Jadi setiap aktifitas kita itu selalu. memancarkan energi.
Maka doa yang kita ucapkan itu juga memiliki kandungan energi. Apalagi doa-doa yang kita ambil dari firman firman Allah di dalam Al Quran. Energinya besar sekali, seperti telah kita diskusikan di bagian sebelumnya.
Disisi lain, ternyata jutaan orang yang berthawaf mengelilingi Ka’bah juga menghasilkan energi yang besar. Dari mana asalnya? Di dalam ilmu Fisika kita mengenal suatu kaidah yang disebut Kaidah Tangan Kanan. Kaidah Tangan Kanan mengatakan :
Jika ada sebatang konduktor (logam) dikelilingi oleh listrik yang bergerak berlawanan dengan jarum jam, maka di konduktor itu akan muncul medan gelombang elektromagnetik yang mengarah ke atas.
Hal ini, dalam Kaidah Tangan Kanan, digambarkan dengan sebuah tangan yang menggenggam empat jari, dengan ibu jari yang tegak ke arah atas. Empat jari yang menggenggam itu digambarkan sebagai arah putaran arus listrik, sedangkan ibu jari itu digambarkan sebagai arah medan elektromagnetik.
Kaidah tangan kanan ini telah memberikan kemudahan kepada kita dalam memahami misteri Ka’bah. ‘Kebetulan’, orang berthawaf mengelilingi Ka’bah berputar berlawanan dengan arah jarum jam. Atau dalam kaidah itu mengikuti putaran empat jari tergenggam. Apa dampaknya? Seperti telah saya katakan, bahwa tubuh manusia ini sebenarnya mengandung listrik dalam jumlah besar yang dibawa oleh milyaran bio elektron dalam tubuh kita. Maka, dengan kata lain, kita sebenarnya bisa menyebut tubuh manusia ini adalah kumpulan muatan listrik. Sehingga ketika ada jutaan orang berthawaf mengelilingi Ka’bah, ini seperti ada sebuah arus listrik yang sangat besar berputar-putar berlawanan dengan arah jarum jam mengitari Ka’bah. Apa yang terjadi?
Di tengahnya, di Ka’bah khususnya lagi di Hajar Aswad terjadi medan elektromagnetik yang mengarah ke atas. Kenapa begitu? Karena dalam hal ini, Hajar Aswad telah berfungsi sebagai konduktor, seperti dijelaskan dalam Kaidah Tangan Kanan. Bahkan bukan sekedar konduktor, melainkan Superkonduktor!
Lantas, apa fungsi medan elektromagnetik yang sangat besar yang keluar dari Ka’bah itu? Gelombang inilah yang akan membantu kekuatan do’a orang-orang yang bermunajat di sekitar Ka’bah, khususnya yang berada di dekat Hajar Aswad alias Multazam. Bagaimana menjelaskannya?
Pernahkah Anda mengamati seorang penyiar radio ketika dia sedang bertugas? Pada saat seorang penyiar berbicara di depan mikrofonnya, sebenarnya dia sedang menumpangkan suaranya pada gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh peralatan pemancarnya.
Jika dia berbicara tanpa mikrofon, maka jarak jangkau suaranya tidaklah terlalu jauh. Barangkali saat dia berteriak, suaranya hanya bisa menjangkau puluhan meter saja. Akan tetapi ketika dia menggunakan mikrofon, suaranya bisa menjangkau jarak yang lebih jauh.
Ini karena energi suaranya ‘diangkut’ oleh gelombang elektromagnetik, yang lantas dipancarkan lewat menara pemancar dengan power yang besar. Semakin besar powernya, maka semakin jauh pula Jarak tempuhnya. Bisa menjangkau berkilo-kilometer, dari sumber suaranya.
Kita bisa mengambil analogi ini untuk menjelaskan hubungan antara energi Ka’bah dan orang yang berdoa di dekatnya. Orang yang berdoa di dekat Multazam, bagaikan seorang penyiar radio yang sedang bertugas. Dia berada di depan ‘mikrofon’ Hajar Aswad. Maka ketika dia berdoa, pancaran energi doanya itu akan ditangkap oleh superkonduktor Hajar Aswad untuk kemudian dipancarkan bersama-sama gelombang elektromagnetik yang mengarah ke atas akibat aktivitas orang berthawaf.
Maka energi doa kita akan ‘menumpang’ gelombang elektromagnetik yang keluar dari Ka’bah itu, mirip dengan yang terjadi pada pancaran radio. Kekuatan doa kita menjadi berlipat-lipat kali, karena terbantu oleh power yang demikian besar dari Ka’bah menuju kepada Arasy Allah. Dalam hal ini, Ka’bah telah berfungsi bagaikan sistem pemancar radio.
Karena power yang besar itu pula, maka berdoa di Multazam menjadi demikian mustajab. Energi doa itu jauh lebih ‘cepat sampai’ kepada Allah, dan cepat pula memperoleh balasannya. Karena itu, jangan sembrono melakukan perbuatan perbuatan di Mekkah, karena respon atas perbuatan kita itu demikian spontan. Hal ini telah banyak dibuktikan oleh orang-orang yang menunakan ibadah haji.

Keajaiban Sumur Zam-Zam, warisan Siti Hajar dan Nabi Ismail

Misteri Dibalik Air Zam Zam , Hasnan Habib Kota Depok

Air zam-zam banyak sekali khasiatnya dan mempunyai berbagai misteri. Tak tak banyak yang tahu bagaimana caranya sumur zam-zam bisa mengeluarkan puluhan juta liter pada satu musim haji, tanpa pernah kering satu kali pun. Seorang peneliti pernah diperintahkan raja Faisal menyelidiki sumur zam-zam untuk menjawab tuduhan kotor seorang dokter dari Mesir. Di Mekah kita tak perlu khawatir dengan air minum. Di setiap sudut masjidil Haram kita bisa menemukan air zam zam, lengkap dengan cangkir sekali pakainya. Tinggal pijit, langsung bisa diminum, dan gratis lagi. Di area Masjidil haram, di tempat tawaf, tempat sai, di halaman masjid selalu tersedia air yang berkhasiat ini. Ketika pulang dari Masjidilharam, banyak jamaah mengisi dulu botol airnya dengan zamzam lalu ditenteng ke pemondokan. Lumayan, menghemat uang Real, tak perlu belanja air mineral atau memasak air di dapur.

Berapa Juta Liter air zamzam?
Berapa banyak air zam-zam yang di kuras setiap musim haji? Mari kita hitung secara sederhana. Jamaah haji yang berdatangan dari seluruh penjuru dunia pada setiap musim haji dewasa ini berjumlah sekitar dua juta orang. Semua jemaah diberi 5 liter air zam-zam ketika pulang nanti ke tanah airnya. Kalau 2 juta orang membawa pulang masing-masing 5 liter zam-zam ke negaranya, itu saja sudah 10 juta liter. Disamping itu selama di Mekah, kalau saja jamaah rata-rata tinggal 25 hari, dan setiap orang menghabiskan 1 liter sehari, maka totalnya sudah 50 juta liter !!. Ini hanya gambaran saja, betapa luar biasanya air zamzam ini dikonsumsi manusia, tanpa pernah kering!
Itulah salah satu keanehannya. Puluhan juta liter air bisa keluar dari sumur di Mekah ini yang letaknya di tengah padang pasir yang kering. Daerah gurun yang hujannya saja cuma 2 kali setahun. Dan air itu keluar dari sumur air yang hanya seukuran sekitar 5 x 4 meter sedalam 40an meter, bukan dari bendungan seukuran Waduk Ombo misalnya. Allahu akbar.

Keanehan air Zamzam
Pada tahun 1971, seorang doktor dari negeri Mesir mengatakan kepada Press Eropah bahwa air Zamzam itu tidak sehat untuk diminum. Asumsinya didasarkan bahwa kota Mekah itu ada di bawah garis permukaan laut. Air Zamzam itu berasal dari air sisa buangan penduduk kota Mekah yang meresap, kemudian mengendap terbawa bersama-sama air hujan dan keluar dari sumur Zamzam. Masya Allah.
Tentu saja ini merupakan prasangka buruk yang merugikan dunia Islam. Berita ini sampai ke telinga Raja Faisal yang amat marah mendengarnya. Beliau lalu memerintahkan Mentri Pertanian dan Sumber Air untuk menyelidiki masalah ini, dan mengirimkan sampel air Zamzam ke Laboratorium-laboratorium di Eropah untuk ditest.
Tariq Hussain, insinyur kimia yang bekerja di Instalasi Pemurnian Air Laut untuk diminum, di Kota Jedah, mendapat tugas menyelidikinya. Pada saat memulai tugasnya, Tariq belum punya gambaran, bagaimana sumur Zamzam bisa menyimpan air yang begitu banyak seperti tak ada batasnya.

Hanya Sumur kecil
Ketika sampai di dalam sumur, Tariq amat tercengang ketika menyaksikan bahwa ukuran kolam sumur itu hanya 18 x 14 feet saja (Kira-kira 5 x 4 meter). Tak terbayang, bagaimana caranya sumur sekecil ini bisa mengeluarkan jutaan galon air setiap musim hajinya. Dan itu berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu, sejak zaman Nabi Ibrahim AS.
Tariq mulai mengukur kedalaman air sumur. Dia minta asistennya masuk ke dalam air. Ternyata air sumur itu hanya mencapai sedikit di atas bahu pembantunya yang tinggi tubuhnya 5 feet 8 inci. Lalu dia menyuruh asistennya untuk memeriksa, apakah mungkin ada cerukan atau saluran pipa di dalamnya. Setelah berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, ternyata tak ditemukan apapun!.
Dia berpikir, mungkin saja air sumur ini disuppli dari luar melalui saluran pompa berkekuatan besar. Bila seperti itu keja dian nya, maka dia bisa melihat turun-naiknya permukaan air secara tiba-tiba. Tetapi dugaan inipun tak terbukti. Tak ditemukan gerakan air yang mencurigakan, juga tak ditemukan ada alat yang bisa mendatangkan air dalam jumlah besar.
Selanjutnya Dia minta asistennya masuk lagi ke dalam sumur. Lalu menyuruh berdiri, dan diam ditempat sambil mengamati sekelilingnya. Perhatikan dengan sangat cermat, dan laporkan apa yang terjadi, sekecil apapun. Setelah melakukan proses ini dengan cermat, asistennya tiba-tiba mengacungkan kedua tanganya sambil berteriak: Alhamdulillah, Saya temukan dia! Pasir halus menari-nari di bawah telapak kakiku. Dan air itu keluar dari dasar sumur.
Lalu asistennya diminta berputar mengelilingi sumur ketika tiba saat pemompaan air (untuk dialirkan ke tempat pendistribusian air) berlangsung. Dia merasakan bahwa air yang keluar dari dasar sumur sama besarnya seperti sebelum periode pemompaan. Dan aliran air yang keluar, besarnya sama di setiap titik, di semua area. Ini menyebabkan permukaan sumur itu relatif stabil, tak ada guncangan yang besar
Seusai pengamatan itu, Tariq mengirimkan sampel air ke beberapa laboratorium di Eropah dan sebagian ke laboratorium di Saudi. Dan sebelum meninggalkan Kabah, dia berpesan kepada petugas di Mekah untuk menyelidiki keadaan sumur lainnya di sekitar Kabah.
Sesampainya di kantornya di Jedah, dia mendapat laporan bahwa sumur-sumur lain di sekitar Mekah dalam keadaan kering. Jadi hanya sumur Zamzam yang penuh air. Allahu Akbar. Jika Allah menghendaki, apapun bisa terjadi.
Mengandung zat Anti Kuman
Hasil penelitian sampel air di Eropah dan Saudi Arabia menunjukkan bahwa Zamzam mengandung zat fluorida yang punya daya efektif membunuh kuman, layaknya seperti sudah mengandung obat. Lalu perbedaan air Zamzam dibandingkan dengan air sumur lain di kota Mekah dan Arab sekitarnya adalah dalam hal kuantitas kalsium dan garam magnesium. Kandungan kedua mineral itu sedikit lebih banyak pada air zamzam. Itu mungkin sebabnya air zamzam membuat efek menyegarkan bagi jamaah yang kelelahan. Tambahan lagi, hasil laboratorium Eropah menunjukkan bahwa zamzam layak untuk diminum, sehat untuk diminum. Ini otomatis menjawab prasangka buruk doktor di awal tulisan tadi.
Keistimewaan lain, komposisi dan rasa kandungan garamnya selalu stabil, selalu sama dari sejak terbentuknya sumur ini. Rasanya selalu terjaga, diakui oleh semua jemaah haji dan umrah yang selalu datang tiap tahun. Tak pernah ada yang complain. Dan Air zamzam ini tak pernah dicampur bahan kimia apapun seperti layaknya air PAM kita. Murni air sehat. Satu kehebatan lagi, sumur air zamzam tak pernah ditumbuhi lumut, padahal di seluruh dunia sumur itu selalu ditumbuhi lumut dan tumbuhan mikroorganisme.
Bisa Menyembuhkan Penyakit
Diriwayatkan dalam Sahih Muslim, Nabi bertanya kepada Abu Dzarr, yang telah tinggal selama 30 hari siang malam di sekitar Kabah tanpa makan-minum, selain Zamzam. Siapa yang telah memberimu makan?. Saya tidak punya apa-apa kecuali air Zamzam ini, tapi saya bisa gemuk dengan adanya gumpalan lemak di perutku Abu Dzarr menjelaskan, Saya juga tidak merasa lelah atau lemah karena lapar, dan tak menjadi kurus. Tambah Abu Dzarr. Lalu Nabi saw menjelaskan: Sesungguhnya, Zamzam ini air yang sangat diberkahi, ia adalah makanan yang mengandung gizi.
Nabi saw menambahkan: Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud supaya merasa kenyang, maka Allah mengenyangkan engkau. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail. (HR Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).
Rasulullah saw pernah mengambil air zamzam dalam sebuah kendi dan tempat air dari kulit, kemu dian membawanya kembali ke Madinah. Air zamzam itu digunakan Rasulullah saw untuk memerciki orang sakit dan kemu dian disuruh meminumnya. Itu sebabnya saat ini banyak jamaah yang membawa air zamzam untuk diberikan kepada famili dan kerabatnya di Tanah air.
Yusria Abdel-Rahman Haraz dari negeri Arab, mengatakan bahwa ia terserang penyakit bisul di matanya. Sakitnya bukan main, tak bisa disembuhkan dengan obat. Dia hampir mendekati buta. Seorang dokter terkenal menasehati dia untuk diinjeksi dengan obat khusus, yang mungkin bisa menyembuhkan sakitnya. Tapi ternyata ada efek sampingannnya yang bisa membuat dia buta selamanya.
Yusria sangat yakin akan kemurahan Allah. Dia lalu pergi melaksanakan umrah dan memohon kepada Allah menyembuhkan penyakitnya. Di Baitullah dia melakukan tawaf, yang saat itu tak terlalu padat dengan manusia. Dia lalu bisa tinggal lebih lama di lokasi air zamzam. Dia manfaatkan untuk terus membasuh kedua matanya yang sakit. Ketika dia kembali ke hotel, aneh, kedua matanya yang sakit menjadi sembuh, dan bisulnya berangsur hilang.
Kejadian ini membuktikan ucapan Rasulullah saw di atas: Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya.

Selasa, 12 Februari 2013

Keajaiban Kabah.By Hasnan Habib Kota Depok

Ada yg menarik bagi kiblat umat Islam yaitu Ka'bah. Berdasarkan penelitian para ilmuwan, ditemukan bukti adanya keajaiban yg akurat, yaitu angka unik 1,618. Angka satu koma enam ratus delapan belas ini, bisa cm, m atau km dst. Dimana keajaibannya? Ternyata Ka'bah adalah titik sentral alam semesta. Jadi bukan asal di bangun dan bukan asal berdiri.  Uniknya lagi...jarak dari Ka'bah ke kutub utara dan jarak Ka'bah ke kutub selatan, dimana jarak terpanjang di bagi dengan jarak terpendek hasilnya 1,618. Begitu juga jarak dari Ka'bah ke barat dan jarak Ka'bah ke timur dimana sisi panjang di bagi sisi pendeknya, juga ketemu angka 1,618. Begitu juga jarak diagonal Ka'bah di peta, dari jarak sisi panjang ke sisi jarak pendeknya di bagi dua, akan menghasilkan jarak 1,618. Dan jarak dimana Ka'bah ke timur dan ke barat lebih semetris di bandingkan dengan jarak dari GMT di London yang dijadikan titik sentral untuk menentukan waktu dari 0 derajat ke barat sejauh 180 derajat dan 0 derajat ke timur sejauh 180 derajat yg bertemu di Samudera Pasifik, yg sebenarnya tidak akurat, jadi menurut konsep ini mestinya pembagian waktu yg tepat bukan dari kota London, tapi kota Mekkah.

Lebih ajaib lagi...jarak angka ajaib itu juga ada dalam tubuh manusia, Misalnya jarak panjang tangan kita dari mulai jari sampai sikut dan dari sikut ke bahu, bila jarak itu di bagi sisi panjangnya dengan sisi pendeknya, maka hasilnya 1,618.
Begitu juga muka kita, bila sisi panjangnya di bagi sisi pendeknya, akan ketemu angka 1,618. Coba ukur setiap jari tangan kita, ternyata bila sisi panjangnya dibagi dengan sisi pendeknya hasilnya juga 1,618 dst.

Dan titik sentral Ka'bah akan terasa lebih menakjubkan pada saat kita Tawaf (naik haji) mengelilingi Ka'bah 7X putaran, pada saat seperti itu bila kita melihatnya dari atas, gerak gelombang orang yg sedang tawaf dibulan haji, seperti berputarnya planet-planet mengelilingi matahari ketika sedang berevolusi.

Selasa, 05 Februari 2013

Upaya memwujudkan Ide Mecca Mean Zone (MMZ)



Tanggal 1 Ramadhan 1431 Hijriah (11 Agustus 2010) bakal menjadi tonggak historis dunia. Hari itu, lonceng terbesar di jagat raya ini berdentang di Mekah. Genta berdiameter 40 meter tersebut terpasang di “The Abraj al-Bait Towers” setinggi 601 meter. Tinggi total lonceng sampai bagian berbentuk bulan sabit mencapai 251 meter. Genta Abraj al-Bait berwujud kubus empat sisi selebar 46 meter. Bahannya terdiri atas ubin gabungan berteknologi mutakhir. Instalasi jam dengan empat sisi diracik Premiere Composite Technologies, perusahaan Dubai milik Jerman. Di bagian atas empat sisi lonceng tertera aksara Hijayyah berbunyi “Allahu Akbar”. Sedangkan puncak genta bergambar bulan sabit berbahan emas dengan diameter 23 meter.
Genta Abraj al-Bait menggunakan tempo Arabia Standard Time, tiga jam lebih cepat dibandingkan Greenwich Mean Time (GMT). Di bawah lonceng terdapat balkon luas untuk menikmati pemandangan. Serambi yang menghadap ke arah Masjidil Haram tersebut dilengkapi dua elevator. Selain itu, terdapat observatorium bintang. Kemudian museum Islam bertingkat empat. Secara keseluruhan, menara Abraj al-Bait diisi hotel berikut apartemen dengan 3.000 kamar. Kompleks punya tiga hotel top-class yaitu Fairmont, Raffles serta Swiss Hotel. Sementara apartemen mewah dirancang memiliki pemandangan langsung ke Masjidil Haram.Abraj al-Bait dilengkapi pula musala, mal berlantai lima, pusat konferensi yang serba modern dan ruang parkir yang menampung seribu mobil. Segenap kapasitas kompleks setara 1,5 juta meter persegi. Genta Abraj al-Bait merupakan proyek Kementerian Agama Arab Saudi. Anggarannya mencapai 800 juta dolar AS. Bin Laden Company menjadi pengembang. Sedangkan proyek didesain oleh para insinyur dari Jerman serta Swiss. Mereka membawahi sejumlah ahli dari beberapa negara, khususnya Eropa.
Keanehan GMT

Genta Abraj al-Bait fenomenal bukan karena mengungguli Big Ben di London, Inggris. Lonceng yang menjadi atap Cevahir Mall di Turki dengan diameter 35 meter, juga bukan tandingannya. Kehadiran genta Abraj al-Bait justru merefleksikan hasrat umat Islam demi mewujudkan waktu Mekah alias “Mecca Mean Time”. Selama ini, penduduk planet biru memakai GMT sebagai standar waktu universal.

GMT menjadi acuan dasar dimulainya sebuah hari di dunia. Perhitungan waktu semua negara mengacu pada Greenwich. Kota di sebelah tenggara London tersebut dipropagandakan sebagai titik nol derajat. Penentuan titik itu buat memudahkan ukuran waktu perjalanan sekaligus komunikasi antar-negara.

Sejumlah negara yang dilewati garis meridian (titik temu garis lintang serta garis bujur pada 0 derajat) turut mengklaim diri sebagai titik nol derajat. Amerika Serikat maupun Prancis menegaskan jika wilayahnya merupakan daerah meridian utama.

Pada 1884 di Washington, diselenggarakan muktamar meridian internasional. Konvensi dihadiri 41 delegasi dari 25 negara. Greenwich akhirnya terpilih sebagai zona tunggal meridian utama. Prancis tak rela mengakui GMT. Bangsa Franka tetap menggunakan Paris Mean Time. Prancis akhirnya luluh. Pada 1911, negara tersebut memakai GMT.

Penunjukan Greenwich tidak lepas dari muslihat Charles F Dowd (1825-1904). Ia warga Greenwich yang hijrah ke AS. Alasan Dowd adalah Greenwich punya observatorium tertua di dunia. Kejanggalan GMT yakni awal hari atau pukul 00.00 di tengah malam tak dimulai dari Greenwich. Inggris ogah dikaitkan dengan kegelapan malam. Maklum, the sun never sets in the British Empire (mentari tidak pernah tenggelam di Inggris).

GMT membelah bola bumi menjadi dua. Pertama, meridian 0-180 derajat Greenwich ke arah Barat alias Bujur Barat. Kedua, meridian 0-180 derajat Greenweich ke arah Timur atau Bujur Timur. Bumi lalu dipilah menjadi 24 wilayah waktu. Tiap meridian 15 derajat berbeda waktu satu jam. Kini, GMT menjadi pijakan kepentingan bisnis, navigasi dan sebagainya.

Penetapan awal hari pun teramat membingungkan. Hari dimulai pada pukul 00.00 atau di tengah malam. Kita pasti geli mendengar penyiar televisi menyapa pemirsa dengan ucapan “selamat pagi”. Padahal masih dini hari!

Awal hari dalam kalender Islam dimulai pada Maghrib. Faktor ilmiahnya ialah awal bulan yang menjadi hari pertama menurut sistem Qamariah (Hijriah) ditetapkan lewat kemunculan hilal (bulan sabit alias bulan baru). Bila hilal yang berbentuk bulan sabit telentang (melengkung dengan puncak lingkaran di bawah) sudah tampak, berarti tanda awal bulan telah terjadi. Dengan demikian, awal hari dimulai pada petang, bukan di tengah malam buta!

Pada 2008, digelar konferensi di Doha, Qatar. Ulama bersama cendekiawan Muslim mempresentasikan jika Mekah merupakan garis bujur global sejati. Peneliti Mesir Abdul Basit as-Sayyid menandaskan kalau Mekah cocok sebagai episentrum dunia. Mekah dianggap distrik tanpa energi magnetik. Hatta, orang yang bermukim di kota suci itu lebih sehat. Pasalnya, efek gravitasi minim.

Sekarang, maukah kaum Muslim mendukung lonceng Abraj al-Bait sebagai Mecca Mean Time. Adakah tekad baja di hati mengusung Ka’bah sebagai sistem tata waktu semesta (Ka’bah Universal Time).

Wajib dipahami bila Ka’bah adalah pusat urusan dunia bagi manusia sebagaimana teks al-Maidah 97. Ayat tersebut merekomendasikan jika Ka’bah tiada lain lembaga kesejahteraan bagi manusia, bukan cuma pengikut Nabi Muhamamad. Aspek itu menerangkan kalau Ka’bah pun pedoman bagi golongan non-Muslim.

Proyek “Mecca Mean Time” menjadi contoh aktual. Gagasan menjadikan Mekah sebagai patokan waktu, tentu bakal menuai hujatan serta gugatan. Gerombolan penentang siap menghadang penahbisan Ka’bah sebagai zona waktu utama di dunia. ggunakan tempo Arabia Standard Time, tiga jam lebih cepat dibandingkan Greenwich Mean Time (GMT). Di bawah lonceng terdapat balkon luas untuk menikmati pemandangan. Serambi yang menghadap ke arah Masjidil Haram tersebut dilengkapi dua elevator. Selain itu, terdapat observatorium bintang. Kemudian museum Islam bertingkat empat. Secara keseluruhan, menara Abraj al-Bait diisi hotel berikut apartemen dengan 3.000 kamar. Kompleks punya tiga hotel top-class yaitu Fairmont, Raffles serta Swiss Hotel. Sementara apartemen mewah dirancang memiliki pemandangan langsung ke Masjidil Haram.

Abraj al-Bait dilengkapi pula musala, mal berlantai lima, pusat konferensi yang serba modern dan ruang parkir yang menampung seribu mobil. Segenap kapasitas kompleks setara 1,5 juta meter persegi. Genta Abraj al-Bait merupakan proyek Kementerian Agama Arab Saudi. Anggarannya mencapai 800 juta dolar AS. Bin Laden Company menjadi pengembang. Sedangkan proyek didesain oleh para insinyur dari Jerman serta Swiss. Mereka membawahi sejumlah ahli dari beberapa negara, khususnya Eropa.

Jumat, 01 Februari 2013

Yayasan Meridian Ka'bah : Agenda 2013

Maret 2013- Penghijauan yang memberdayakan, Pengabdian langsung pada Bumi dengan Jabon :
Kerjasama dengan Asosiasi Petani Pelopor Penghijauan, Tim Kerja Sapril Simabor

April 2013 - Ulas Buku Kabah Universal Time, buku Mencetak anak metode VRESH, buku Legenda Cerita Kota Depok.
Kerjasama dengan LPM UTAMA dan Pemkot Depok , Sapril Simabor dkk
Penanaman Jahe merah dan kumis kucing, kerjasama dengan PLN

Mei - Praktek Lapang Penanaman Padi sistem Tawaf, Penerbitan buku : Menanam Padi Sistem Tawaf
Kerjasama dengan AP3, Saripudin Dkk

Juni - Penerbitan buku Implementasi Kabah Mean Time, Muntasir dkk

Juli - Pelatihan " Sekolah Ibu Hamil " . Penerbitan buku Cara Dahsyat mendapat bayi cerdas metode Kahfi