- Dr. Fidelma O’ Leary, Phd (Neuroscience) dari St. Edward’s University, telah menjadi muallaf karena menemukan fakta penting tentang manfaat sujud bagi kesehatan manusia. Sebagai neurologis (ahli syaraf), wanita berdarah Irlandia ini mendapati bahwa ada saraf-saraf tertentu di otak manusia, yang hanya sesekali saja di masuki darah. Bila tidak dimasuki darah sama sekali, maka akan berakibat sangat buruk untuk kesehatan manusia. Untuk itulah dibutuhkan aktivitas rutin memasukkan darah ke syaraf-syaraf itu. Dan aktivitas rutin itu adalah sujud di dalam shalat umat Islam.
- Manfaat sujud diperkuat oleh pernyataan Prof. Hembing, yang berpendapat bahwa jantung, hanya mampu memasok 20% darah ke otak manusia. Untuk mencukupi kebutuhan darah ke otak, maka manusia membutuhkan rutinitas sujud.
- Menurut penelitian Prof. H.A Saboe yang berbangsaan German, sujud juga berguna untuk membentuk dan memperbanyak kelenjar susu pada payudara wanita hamil, sehingga produksi ASI akan bertambah banyak dan lancar.
- Sujud yang teratur sangat membantu untuk memperbaiki posisi bayi yang sungsang (mal presentasi). Dimana menurut Dr. Karno Suprapto, Sp.OG, dari RS Pondok Indah, Jakarta Selatan, “Kemungkinannya kembali ke posisi normal, berkisar sekitar 92%. Dan posisi bersujud ini tidak berbahaya karena secara alamiah memberi ruangan pada bayi untuk berputar kembali ke posisi normal.” Itu sebabnya kini, banyak rumah sakit bersalin yang menganjurkan terapi sujud, bagi para wanita hamil.
Kamis, 18 Juli 2013
Fakta Lain Keajaiban Sujud
Kamis, 16 Mei 2013
Pengurus Dan Kegiatan Indor dan outdoor Yayasan Meridian Kabah Kota Depok
![]() |
| Menghadiri Halaqoh Nasional atas undangan MUI tentang Meridian Kabah Zone 11 Mei 2013 Sabtu |
![]() |
| DR IR Maspul Aini Kambry Msc, Ketua Yayasan Meridian Mekah |
![]() |
| DR IR Ahmad Nawawi MA dan Sapril Simabor, Penggagas Yayasan Meridian Mekah |
![]() |
| Sapril Simabor dan Jhoni Prabowo Penggiat Yayasan |
![]() |
| Saoril dan Hasnan Habib, penggagas Padi Tawaf |
![]() |
| Sapril Simabor dan Saripudin, Penggagas Padi Tawaf |
![]() |
| Saripudin, Petani Penggagas Padi Tawaf |
Minggu, 12 Mei 2013
AKAR KHILAFIYAH ( THE NEVERENDING MOONSIGHTING DEBATE) DALAM MEWUJUDKAN UNIFIKASI KALENDER HIJRIYAH
Keinginan umat Islam untuk mewujudkan
unifikasi kalender hijriyah sampai saat ini belum berhasil menentukan metodologinya baik format maupun formulanya. Berawal dari konvensi
Istambul tahun 1978 di Turki
yang melahirkan Wihdatul Matla
sampai dengan tahun 2007 “Simposium
Internasional sebagai
upaya penyatuan (unifikasi) kalender Islam Internasional” di Jakarta bahkan
sampai diresmikannya menara Abraj
A; Bait Tower “Mecca Royal Clock Hotel Tower” 12 Agustus 2010 yang dijadikan
momentum oleh general Manager hotel tersebut, Mohammed Al Arkubi dalam jumpa pers di Dubai yang ingin “Menjadikan
waktu Mekah seperti halnya Greenwich
Mean Time.”
Kami dari Yayasan
Meridian Mekah yang diketuai
oleh seorang astronom Profesor
Dr. Ir Maspul Aini Kambry
M.Sc sejak tahun 1994 mencoba untuk menentukan metedologi unifikasi kalender
hijriah dalam bentuk format maupun simulasinya. Alhamdulillah kami
sudah menemukan formatnya dan insya Allah dalam waktu dekat sedang kami siapkan formulasinya dalam bentuk jurnal ilmiah
sebagai bahan mengadakan symposium bahkan
koferensi internasional untuk mendeklarasikan
“Sistem tata waktu Mekah Meridian Zone”.
Beberapa hal penyebab
terjadinya khilafiyah dalam penentuan
awal bulan Islam:
- “Penyelisihan pendapat antar kelompok ummat Islam” Itu terjadi bukan disebabkan oleh “beda sudut pandang umat di Indonesia saja” melainkan seluruh ummat Islam dimuka bumi yang secara tidak sadar terjebak dalam sistem GMT yang membagi bumi dalam dua wilayah Timur, Barat.
- Metode hisab dan Rukyah masih menimbulkan perbedaan minimal sehari (86.400) detik yang seharusnya walaupun sedetik tidak boleh ada perbedaan, jadi harus ada integrasi hisab (perkiraan) dengan Rukyah (observasi) karena hisab diperlukan untuk menentukan wilayah terbaik (terakurat) untuk melakukan rukyah, sedangkan rukyah diperlukan untuk mengklasifikasi hisab yang akan melahirkan “The Best Cresent visibility” sebagai acuan untuk menetaplan “International Lunar Date Time” (ILDL)
- Metodelogi Fiqhiyah dengan dua faham yang belum terintegrasi yaitu :
a.
Faham Ittihad ul
- Matla (
Unity of the Crescent)
b.
Faham Ikhtilaf ul - Matla
(Different Crescent)
Insya Allah semua
perbedaan tersebut kita selesaikan dalam
sebuah formulasi jika kita jadikan ka’bah
sebagai Mekah Meridian Zone” yang berfungsi :
- Sebagai Benchmark (patokan) Geografis
- Sebagai Episentrum (pusat ritual) spiritual.
- Sebagai White Hole (sumber ilahiyah) Baitullah. Penulis : Safril Simabor
MULTAZAM YANG MUSTAJAB (pusaran energi ka’bah)
Ketika seseorang menunaikan ibadah haji, salah satu cita citanya
adalah berdoa di Multazam. Ini adalah tempat yang paling mustajab untuk
berdoa kepada Allah. Multazam adalah satu tempat di dekat Ka’bah, antara
Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Konon berdoa disini gampang dikabulkan
Allah. Dan hampir bisa dipastikan setiap orang yang berthawaf
menyempatkan diri untuk berdoa di Multazam ini. Adakah rahasia yang bisa
dijelaskan, kenapa berdoa di tempat ini demikian mustajab?
Ada beberapa faktor yang menyebabkan
Multazam menjadi tempat yang Mustajab. Yang pertama adalah faktor nabi
Ibrahim. Yang kedua faktor Hajar Aswad. Dan yang ketiga faktor jutaan
manusia yang berthawaf mengitari Ka’bah.
1. Faktor Nabi Ibrahim
Ibrahim menjadi salah satu faktor penyebab Multazam sebagai tempat
yang mustajab. Kenapa demikian? Karena nabi Ibrahim adalah orang yang
membangun Ka’bah itu, bersama nabi Ismail. Memang apa pengaruhnya?
Sangatlah besar pengaruhnya, sebab nabi Ibrahim adalah manusia yang
memiliki energi positip luar biasa besar yang kemudian menular ke
seluruh karya karyanya. Allah mengatakan di dalam QS. Shaad (38): 45
“Dan Ingatlah hamba-hamba Kami, Ibrahim, Ishak, dan Ya’kub yang mempunyai karya- karya besar dan ilmu pengetabuan (visi) yang jauh ke depan”
“Dan Ingatlah hamba-hamba Kami, Ibrahim, Ishak, dan Ya’kub yang mempunyai karya- karya besar dan ilmu pengetabuan (visi) yang jauh ke depan”
Selain itu, Allah juga mengatakan bahwa nabi Ibrahim adalah hamba yang berhati lembut, seperti ayat berikut ini.
At Taubah (9) :114
“Dan permintaan ampun dari Ibrabim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri daripadanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.”
At Taubah (9) :114
“Dan permintaan ampun dari Ibrabim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri daripadanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.”
Apa hubungannya hati yang lembut dan karya yang besar? Bahwa hati
yang lembut akan memancarkan cahaya dan aura yang positif. Semakin
lembut dan ikhlas seseorang, maka pancaran auranya semakin kuat sehingga
bisa meresonansi sekitarnya. Maka, seperti saya katakan bahwa dekat
dengan orang-orang yang soleh akan menyebabkan hidup dan hati kita
menjadi tentram.
Padahal kita tahu bahwa nabi Ibrahim adalah rasul yang memiliki
kualitas kepasrahan dan keikhlasan yang sangat tinggi. Sehingga oleh
Allah, beliau dijadikan teladan bagi manusia. Semua itu telah terbukti
ketika beliau diperintahkan untuk mengorbankan anaknya, nabi Ismail.
Semua itu dijalaninya dengan penuh kepasrahan dan keikhlasan.
Manusia sekualitas nabi Ibrahim ini, pancaran energinya luar biasa
besarnya. Dengan dekat orang sesoleh beliau, bisa menyebabkan hati kita
menjadi ketularan alias teresonansi mengikuiti getaran frekuensi
hatinya. Terasa sejuk dan penuh kedamaian. Lingkungan dan tempat-tempat
khusus yang pernah menjadi lokasi aktivitas beliau pasti teresonansi
oleh energi beliau. Apalagi karya-karya yang langsung lahir dari tangan
beliau.
Ka’bah adalah karya Ibrahim. Maka, di dalam karya ini tersimpan
energi nabi Ibrahim yang sangat besar. Hal ini bisa dianalogikan dengan
batang besi yang digosok-gosok oleh magnet. Jika ada sebuah batang besi
biasa digosok-gosok magnet, maka batang besi biasa itu akan berubah
menjadi magnet juga. Meskipun, dalam kurun waktu tertentu kemagnetan itu
hilang kembali. Akan tetapi jika gosokan itu dilakukan berulang-ulang
selama kurun waktu yang panjang, maka besi biasa itupun akan menjadi
magnet yang permanen. Dia bisa menarik logam-logam seperti magnet yang
asli.
Demikian pula halnya dengan ka’bah. Karena Ka’bah adalah karya nabi
Ibrahim, dan kemudian menjadi tempat aktivitas beribadah selama
bertahun-tahun, maka Ka’bah itu menyimpan energi nabi Ibrahim yang
positif. Dekat dengan Ka’bah, seperti dekat dengan nabi Ibrahim. Kita
merasakan ketenangan dan kedamaian, lembut seperti sifat nabi Ibrahim
yang dipuji-puji oleh Allah itu.
Maka berdoa di dekat Ka’bah sangatlah besar manfaatnya. Jiwa kita
terbantu untuk menjadi khusyuk. Hati menjadi tenang dan fokus, pada saat
berdoa. Seringkali kita melihat orang berdoa di dekat Ka’bah tak mampu
membendung air matanya. Mereka menangis sesenggukan sambil menengadahkan
tangannya bermunajat kepada Allah. Hatinya menjadi lembut dan santun.
Hilang semua kesombongan dan keangkuhannya. Doa yang demikian adalah doa
yang ‘didengarkan’ oleh Allah, karena keluar dari hati yang paling
dalam.
QS Al a’raaf (7) : 55
“Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
“Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
‘Dan ingatlah ketika Ibrahim meninggikan dasar
dasar baitullah bersama Ismail (seraya berdoa) :
ya Tuhanku kabulkanlah daripada kami, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui”
dasar baitullah bersama Ismail (seraya berdoa) :
ya Tuhanku kabulkanlah daripada kami, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui”
2. Faktor Hajar Aswad
Hajar Aswad, artinya Batu Hitam. Ia ditempatkan di sebuah lubang, di
salah satu pojok bangunan Ka’bah. Konon, batu hitam ini jatuh dari
langit. Dugaan saya, ini adalah sisa batu meteor yang memiliki kadar
logam sangat tinggi. Pada jaman dulu, kejadian seperti itu sering kali
terjadi. Bahkan di pulau Jawa, kita mendengar cerita, bahwa para empu
menjadikan batu meteorit itu sebagai bahan untuk membuat senjata,
termasuk keris, karena logamnya diketahui memiliki kualitas yang sangat
tinggi.
Memang ada yang mengatakan bahwa batu hitam itu adalah batu surga
yang dulunya berwarna putih. Kemudian menjadi hitam, karena menyerap
dosa-dosa manusia yang berthawaf. Akan tetapi cerita semacam ini tidak
memiliki dasar yang jelas, dan juga tidak ada sumber yang otentik. Batu
hitam itu, oleh nabi Ibrahim lantas dijadikan sebagai salah satu bagian
dari batu pondasi Ka’bah. Nabi Ibrahim bersama nabi Ismail memperoleh
perintah dari Allah untuk meninggikan dasar-dasar Ka’bah, untuk kemudian
menjadi pusat peribadatan pada jamannya, hingga kini.
QS. Al Baqarah (2) : 127
“Dan ingatlah krtika Ibrahim meninggikan dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa) : Ya Tuhanku, kabulkanlah daripada kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”
“Dan ingatlah krtika Ibrahim meninggikan dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa) : Ya Tuhanku, kabulkanlah daripada kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”
Apakah pengaruh batu hitam meteorit itu bagi kemustajaban doa
seseorang? Kalau hanya batu meteoritnya saja, barangkali tidak banyak
berguna untuk membantu kekuatan doa. Tetapi karena batu meteorit itu
menjadi bagian dari karya seorang Ibrahim, maka batu yang memiliki
konduktifitas elektromagnetik sangat tinggi itu menjadi sangat besar
peranannya. Lebih dari itu, batu hitam ini juga diletakkan pada lokasi
yang dipilih oleh Allah untuk bisa membangkitkan energi yang besar,
yaitu di atas pondasi Ka’bah.
Energi yang dipancarkan oleh nabi Ibrahim sepanjang interaksinya pada
waktu itu tersimpan di sistem bangunan Ka’bah. Apalagi pada saat usai
membangun Ka’bah itu beliau berdua berdoa mohon dikabulkan atau diterima
peribadatan mereka, seperti diungkapkan dalam ayat di atas. (Hal ini
akan saya terangkan lebih lanjut pada bagian berikutnya, sebagaimana
bangunan masjid yang ternyata menyimpan energi sangat besar dari
orang-orang yang shalat di dalamnya.)
Nah, disinilah Hajar Aswad berfungsi sebagai ‘pintu’ masuk dan
keluarnya energi Ka’bah, karena ia memiliki daya hantaran
elektromagnetik yang sangat tinggi. Energi Ka’bah mengalir deras dari
bagian ini ‘menyinari orang-orang yang berada di dekatnya. Meskipun
energi itu juga memancar dari bagian-bagian Ka’bah yang lain. Akan
tetapi, yang paling besar adalah yang terpancar dari Hajar Aswad. Karena
itu orang yang paling dekat dengan Hajar Aswad itulah yang akan
mengalami pengaruh paling besar. Di situlah letaknya Multazam.
Getaran gelombang doa kita itu tertuju ke arah Hajar Aswad, sehingga
terjadi kontak antara hati kita dengan sistern energi Ka’bah. Tetapi
harus kita pahami bukan karena Ka’bah itu kita berthawaf. Juga bukan
karena batu hitam, Hajar Aswad, melainkan sepenuhnya karena Allah.
Karena itu, ketika kita memulai berthawaf yang kita ucapkan adalah
Bismillaahi Wallaahu Akbar Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar. .
Suatu ketika seorang kawan saya menunaikan ibadah haji. Pada saat dia
shalat berjama’ah di masjid Al Haram, cuaca sedang hujan deras. Seusai
shalat, dia mengalami kejadian yang tidak bisa dia lupakan. “Pada waktu
itu, tiba-tiba ada petir menyambar,” katanya. Namun anehnya petir itu
tidak menyambar penangkal petir di gedung gedung tinggi di sekitar
Masjid Al Haram seperti yang ada di atas Hotel Hilton, misalnya
melainkan menyambar Ka’bah. Saya sempat terperanjat mendengar cerita
itu. Karena, secara Fisika ini menunjukkan kepada kita betapa dahsyatnya
konduktifitas Hajar Aswad itu dibanding kan dengan Platina yang berada
di ujung penangkal petir, di gedung gedung tinggi sekitar Ka’bah.
Semestinya, petir selalu menyambar benda tertinggi yang bisa
digunakannya untuk segera menjalar ke tanah. Disebabkan beda tegangan
yang besar antara awan dan bumi, maka petir ingin segera meloncat ke
bumi secepat-cepatnya. Karena itu, jika ada benda tinggi yang bisa
menyalurkan petir itu ke bumi maka ia pasti segera menyambarnya.
Maka, kejadian di atas memberikan informasi yang sangat meyakinkan
saya, bahwa Hajar Aswad memang memiliki tingkat konduktifitas yang luar
biasa. Karena itu, ia akan sangat berperan menjadi saluran ‘keluar
masuknya’ energi gelombang elektromagnetik dalam sistem energi Ka’bah.
3. Faktor Orang Berthawaf
Faktor penyebab besarnya gelombang elektromagnetik Ka’bah, salah
satunya adalah dikarenakan orang berthawaf. Kenapa orang yang berthawaf
menyebabkan munculnya gelombang elektromagnetik? Dan lantas apa
kaitannya dengan doa yang mustajab? Ada kaitan yang sangat erat antara
orang berdo’a dan gelombang elektromagnetik yang ada di sekitar Ka’bah.
Sesungguhnya, setiap perbuatan manusia selalu menghasilkan gelombang
elektromagnetik. Gelombang itu selalu memancar ketika kita melakukan apa
pun. Baik kita sedang berkata-kata, ataupun kita sedang berpikir,
apalagi sedang melakukan aktifitas fisik. Badan kita memancarkan energi
elektromagnetik.
Kenapa demikian? Karena tubuh kita ini memang merupakan kumpulan bio
elektron yang selalu berputar-putar di dalam orbitnya di setiap
atom-atom penyusun tubuh kita. Ketika kita berkata-kata, kita sebenarnya
sedang memancarkan gelombang suara yang berasal dari getaran pita suara
kita.
Ketika kita berbuat, kita juga sedang memantul-mantulkan gelombang
cahaya ke berbagai penjuru lingkungan kita. Jika tertangkap mata
seseorang, maka mereka dikatakan bisa melihat gerakan atau perbuatan
kita. Demikian pula ketika kita sedang berpikir, maka otak kita juga
memancarkan gelombang-gelombang yang bisa dideteksi dengan menggunakan
alat perekam aktivitas otak yang disebut EEG (Electric Encephalo Graph).
Jadi setiap aktifitas kita itu selalu. memancarkan energi.
Maka doa yang kita ucapkan itu juga memiliki kandungan energi.
Apalagi doa-doa yang kita ambil dari firman firman Allah di dalam Al
Quran. Energinya besar sekali, seperti telah kita diskusikan di bagian
sebelumnya.
Disisi lain, ternyata jutaan orang yang berthawaf mengelilingi Ka’bah
juga menghasilkan energi yang besar. Dari mana asalnya? Di dalam ilmu
Fisika kita mengenal suatu kaidah yang disebut Kaidah Tangan Kanan.
Kaidah Tangan Kanan mengatakan :
Jika ada sebatang konduktor (logam) dikelilingi oleh listrik yang bergerak berlawanan dengan jarum jam, maka di konduktor itu akan muncul medan gelombang elektromagnetik yang mengarah ke atas.
Jika ada sebatang konduktor (logam) dikelilingi oleh listrik yang bergerak berlawanan dengan jarum jam, maka di konduktor itu akan muncul medan gelombang elektromagnetik yang mengarah ke atas.
Hal ini, dalam Kaidah Tangan Kanan, digambarkan dengan sebuah tangan
yang menggenggam empat jari, dengan ibu jari yang tegak ke arah atas.
Empat jari yang menggenggam itu digambarkan sebagai arah putaran arus
listrik, sedangkan ibu jari itu digambarkan sebagai arah medan
elektromagnetik.
Kaidah tangan kanan ini telah memberikan kemudahan kepada kita dalam
memahami misteri Ka’bah. ‘Kebetulan’, orang berthawaf mengelilingi
Ka’bah berputar berlawanan dengan arah jarum jam. Atau dalam kaidah itu
mengikuti putaran empat jari tergenggam. Apa dampaknya? Seperti telah
saya katakan, bahwa tubuh manusia ini sebenarnya mengandung listrik
dalam jumlah besar yang dibawa oleh milyaran bio elektron dalam tubuh
kita. Maka, dengan kata lain, kita sebenarnya bisa menyebut tubuh
manusia ini adalah kumpulan muatan listrik. Sehingga ketika ada jutaan
orang berthawaf mengelilingi Ka’bah, ini seperti ada sebuah arus listrik
yang sangat besar berputar-putar berlawanan dengan arah jarum jam
mengitari Ka’bah. Apa yang terjadi?
Di tengahnya, di Ka’bah khususnya lagi di Hajar Aswad terjadi medan
elektromagnetik yang mengarah ke atas. Kenapa begitu? Karena dalam hal
ini, Hajar Aswad telah berfungsi sebagai konduktor, seperti dijelaskan
dalam Kaidah Tangan Kanan. Bahkan bukan sekedar konduktor, melainkan
Superkonduktor!
Lantas, apa fungsi medan elektromagnetik yang sangat besar yang
keluar dari Ka’bah itu? Gelombang inilah yang akan membantu kekuatan
do’a orang-orang yang bermunajat di sekitar Ka’bah, khususnya yang
berada di dekat Hajar Aswad alias Multazam. Bagaimana menjelaskannya?
Pernahkah Anda mengamati seorang penyiar radio ketika dia sedang
bertugas? Pada saat seorang penyiar berbicara di depan mikrofonnya,
sebenarnya dia sedang menumpangkan suaranya pada gelombang
elektromagnetik yang dihasilkan oleh peralatan pemancarnya.
Jika dia berbicara tanpa mikrofon, maka jarak jangkau suaranya
tidaklah terlalu jauh. Barangkali saat dia berteriak, suaranya hanya
bisa menjangkau puluhan meter saja. Akan tetapi ketika dia menggunakan
mikrofon, suaranya bisa menjangkau jarak yang lebih jauh.
Ini karena energi suaranya ‘diangkut’ oleh gelombang elektromagnetik,
yang lantas dipancarkan lewat menara pemancar dengan power yang besar.
Semakin besar powernya, maka semakin jauh pula Jarak tempuhnya. Bisa
menjangkau berkilo-kilometer, dari sumber suaranya.
Kita bisa mengambil analogi ini untuk menjelaskan hubungan antara
energi Ka’bah dan orang yang berdoa di dekatnya. Orang yang berdoa di
dekat Multazam, bagaikan seorang penyiar radio yang sedang bertugas. Dia
berada di depan ‘mikrofon’ Hajar Aswad. Maka ketika dia berdoa,
pancaran energi doanya itu akan ditangkap oleh superkonduktor Hajar
Aswad untuk kemudian dipancarkan bersama-sama gelombang elektromagnetik
yang mengarah ke atas akibat aktivitas orang berthawaf.
Maka energi doa kita akan ‘menumpang’ gelombang elektromagnetik yang
keluar dari Ka’bah itu, mirip dengan yang terjadi pada pancaran radio.
Kekuatan doa kita menjadi berlipat-lipat kali, karena terbantu oleh
power yang demikian besar dari Ka’bah menuju kepada Arasy Allah. Dalam
hal ini, Ka’bah telah berfungsi bagaikan sistem pemancar radio.
Karena power yang besar itu pula, maka berdoa di Multazam menjadi
demikian mustajab. Energi doa itu jauh lebih ‘cepat sampai’ kepada
Allah, dan cepat pula memperoleh balasannya. Karena itu, jangan sembrono
melakukan perbuatan perbuatan di Mekkah, karena respon atas perbuatan
kita itu demikian spontan. Hal ini telah banyak dibuktikan oleh
orang-orang yang menunakan ibadah haji.
Keajaiban Sumur Zam-Zam, warisan Siti Hajar dan Nabi Ismail
Misteri Dibalik Air Zam Zam , Hasnan Habib Kota Depok
Air zam-zam banyak sekali khasiatnya dan mempunyai berbagai misteri. Tak
tak banyak yang tahu bagaimana caranya sumur zam-zam bisa mengeluarkan
puluhan juta liter pada satu musim haji, tanpa pernah kering satu kali
pun. Seorang peneliti pernah diperintahkan raja Faisal menyelidiki sumur
zam-zam untuk menjawab tuduhan kotor seorang dokter dari Mesir.
Di Mekah kita tak perlu khawatir dengan air minum. Di setiap sudut
masjidil Haram kita bisa menemukan air zam zam, lengkap dengan cangkir
sekali pakainya. Tinggal pijit, langsung bisa diminum, dan gratis lagi.
Di area Masjidil haram, di tempat tawaf, tempat sai, di halaman masjid
selalu tersedia air yang berkhasiat ini. Ketika pulang dari
Masjidilharam, banyak jamaah mengisi dulu botol airnya dengan zamzam
lalu ditenteng ke pemondokan. Lumayan, menghemat uang Real, tak perlu
belanja air mineral atau memasak air di dapur.
Berapa Juta Liter air zamzam?
Berapa Juta Liter air zamzam?
Berapa banyak air zam-zam yang di kuras setiap musim haji? Mari kita
hitung secara sederhana. Jamaah haji yang berdatangan dari seluruh
penjuru dunia pada setiap musim haji dewasa ini berjumlah sekitar dua
juta orang. Semua jemaah diberi 5 liter air zam-zam ketika pulang nanti
ke tanah airnya. Kalau 2 juta orang membawa pulang masing-masing 5 liter
zam-zam ke negaranya, itu saja sudah 10 juta liter. Disamping itu
selama di Mekah, kalau saja jamaah rata-rata tinggal 25 hari, dan setiap
orang menghabiskan 1 liter sehari, maka totalnya sudah 50 juta liter
!!. Ini hanya gambaran saja, betapa luar biasanya air zamzam ini
dikonsumsi manusia, tanpa pernah kering!
Itulah salah satu keanehannya. Puluhan juta liter air bisa keluar dari
sumur di Mekah ini yang letaknya di tengah padang pasir yang kering.
Daerah gurun yang hujannya saja cuma 2 kali setahun. Dan air itu keluar
dari sumur air yang hanya seukuran sekitar 5 x 4 meter sedalam 40an
meter, bukan dari bendungan seukuran Waduk Ombo misalnya. Allahu akbar.
Keanehan air Zamzam
Pada tahun 1971, seorang doktor dari negeri Mesir mengatakan kepada
Press Eropah bahwa air Zamzam itu tidak sehat untuk diminum. Asumsinya
didasarkan bahwa kota Mekah itu ada di bawah garis permukaan laut. Air
Zamzam itu berasal dari air sisa buangan penduduk kota Mekah yang
meresap, kemudian mengendap terbawa bersama-sama air hujan dan keluar
dari sumur Zamzam. Masya Allah.
Tentu saja ini merupakan prasangka buruk yang merugikan dunia Islam.
Berita ini sampai ke telinga Raja Faisal yang amat marah mendengarnya.
Beliau lalu memerintahkan Mentri Pertanian dan Sumber Air untuk
menyelidiki masalah ini, dan mengirimkan sampel air Zamzam ke
Laboratorium-laboratorium di Eropah untuk ditest.
Tariq Hussain, insinyur kimia yang bekerja di Instalasi Pemurnian Air
Laut untuk diminum, di Kota Jedah, mendapat tugas menyelidikinya. Pada
saat memulai tugasnya, Tariq belum punya gambaran, bagaimana sumur
Zamzam bisa menyimpan air yang begitu banyak seperti tak ada batasnya.
Hanya Sumur kecil
Ketika sampai di dalam sumur, Tariq amat tercengang ketika menyaksikan
bahwa ukuran kolam sumur itu hanya 18 x 14 feet saja (Kira-kira 5 x 4
meter). Tak terbayang, bagaimana caranya sumur sekecil ini bisa
mengeluarkan jutaan galon air setiap musim hajinya. Dan itu berlangsung
sejak ribuan tahun yang lalu, sejak zaman Nabi Ibrahim AS.
Tariq mulai mengukur kedalaman air sumur. Dia minta asistennya masuk ke
dalam air. Ternyata air sumur itu hanya mencapai sedikit di atas bahu
pembantunya yang tinggi tubuhnya 5 feet 8 inci. Lalu dia menyuruh
asistennya untuk memeriksa, apakah mungkin ada cerukan atau saluran pipa
di dalamnya. Setelah berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya,
ternyata tak ditemukan apapun!.
Dia berpikir, mungkin saja air sumur ini disuppli dari luar melalui
saluran pompa berkekuatan besar. Bila seperti itu keja dian nya, maka
dia bisa melihat turun-naiknya permukaan air secara tiba-tiba. Tetapi
dugaan inipun tak terbukti. Tak ditemukan gerakan air yang mencurigakan,
juga tak ditemukan ada alat yang bisa mendatangkan air dalam jumlah
besar.
Selanjutnya Dia minta asistennya masuk lagi ke dalam sumur. Lalu
menyuruh berdiri, dan diam ditempat sambil mengamati sekelilingnya.
Perhatikan dengan sangat cermat, dan laporkan apa yang terjadi, sekecil
apapun. Setelah melakukan proses ini dengan cermat, asistennya tiba-tiba
mengacungkan kedua tanganya sambil berteriak: Alhamdulillah, Saya
temukan dia! Pasir halus menari-nari di bawah telapak kakiku. Dan air
itu keluar dari dasar sumur.
Lalu asistennya diminta berputar mengelilingi sumur ketika tiba saat
pemompaan air (untuk dialirkan ke tempat pendistribusian air)
berlangsung. Dia merasakan bahwa air yang keluar dari dasar sumur sama
besarnya seperti sebelum periode pemompaan. Dan aliran air yang keluar,
besarnya sama di setiap titik, di semua area. Ini menyebabkan permukaan
sumur itu relatif stabil, tak ada guncangan yang besar
Seusai pengamatan itu, Tariq mengirimkan sampel air ke beberapa
laboratorium di Eropah dan sebagian ke laboratorium di Saudi. Dan
sebelum meninggalkan Kabah, dia berpesan kepada petugas di Mekah untuk
menyelidiki keadaan sumur lainnya di sekitar Kabah.
Sesampainya di kantornya di Jedah, dia mendapat laporan bahwa
sumur-sumur lain di sekitar Mekah dalam keadaan kering. Jadi hanya sumur
Zamzam yang penuh air. Allahu Akbar. Jika Allah menghendaki, apapun
bisa terjadi.
Mengandung zat Anti Kuman
Hasil penelitian sampel air di Eropah dan Saudi Arabia menunjukkan bahwa
Zamzam mengandung zat fluorida yang punya daya efektif membunuh kuman,
layaknya seperti sudah mengandung obat. Lalu perbedaan air Zamzam
dibandingkan dengan air sumur lain di kota Mekah dan Arab sekitarnya
adalah dalam hal kuantitas kalsium dan garam magnesium. Kandungan kedua
mineral itu sedikit lebih banyak pada air zamzam. Itu mungkin sebabnya
air zamzam membuat efek menyegarkan bagi jamaah yang kelelahan. Tambahan
lagi, hasil laboratorium Eropah menunjukkan bahwa zamzam layak untuk
diminum, sehat untuk diminum. Ini otomatis menjawab prasangka buruk
doktor di awal tulisan tadi.
Keistimewaan lain, komposisi dan rasa kandungan garamnya selalu stabil,
selalu sama dari sejak terbentuknya sumur ini. Rasanya selalu terjaga,
diakui oleh semua jemaah haji dan umrah yang selalu datang tiap tahun.
Tak pernah ada yang complain. Dan Air zamzam ini tak pernah dicampur
bahan kimia apapun seperti layaknya air PAM kita. Murni air sehat.
Satu kehebatan lagi, sumur air zamzam tak pernah ditumbuhi lumut,
padahal di seluruh dunia sumur itu selalu ditumbuhi lumut dan tumbuhan
mikroorganisme.
Bisa Menyembuhkan Penyakit
Diriwayatkan dalam Sahih Muslim, Nabi bertanya kepada Abu Dzarr, yang
telah tinggal selama 30 hari siang malam di sekitar Kabah tanpa
makan-minum, selain Zamzam. Siapa yang telah memberimu makan?. Saya
tidak punya apa-apa kecuali air Zamzam ini, tapi saya bisa gemuk dengan
adanya gumpalan lemak di perutku Abu Dzarr menjelaskan, Saya juga tidak
merasa lelah atau lemah karena lapar, dan tak menjadi kurus. Tambah Abu
Dzarr. Lalu Nabi saw menjelaskan: Sesungguhnya, Zamzam ini air yang
sangat diberkahi, ia adalah makanan yang mengandung gizi.
Nabi saw menambahkan: Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang
diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh
dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan
maksud supaya merasa kenyang, maka Allah mengenyangkan engkau. Jika
engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkan
dahagamu itu. Ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah
untuk Ismail. (HR Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).
Rasulullah saw pernah mengambil air zamzam dalam sebuah kendi dan tempat
air dari kulit, kemu dian membawanya kembali ke Madinah. Air zamzam itu
digunakan Rasulullah saw untuk memerciki orang sakit dan kemu dian
disuruh meminumnya. Itu sebabnya saat ini banyak jamaah yang membawa air
zamzam untuk diberikan kepada famili dan kerabatnya di Tanah air.
Yusria Abdel-Rahman Haraz dari negeri Arab, mengatakan bahwa ia
terserang penyakit bisul di matanya. Sakitnya bukan main, tak bisa
disembuhkan dengan obat. Dia hampir mendekati buta. Seorang dokter
terkenal menasehati dia untuk diinjeksi dengan obat khusus, yang mungkin
bisa menyembuhkan sakitnya. Tapi ternyata ada efek sampingannnya yang
bisa membuat dia buta selamanya.
Yusria sangat yakin akan kemurahan Allah. Dia lalu pergi melaksanakan
umrah dan memohon kepada Allah menyembuhkan penyakitnya. Di Baitullah
dia melakukan tawaf, yang saat itu tak terlalu padat dengan manusia. Dia
lalu bisa tinggal lebih lama di lokasi air zamzam. Dia manfaatkan untuk
terus membasuh kedua matanya yang sakit. Ketika dia kembali ke hotel,
aneh, kedua matanya yang sakit menjadi sembuh, dan bisulnya berangsur
hilang.
Kejadian ini membuktikan ucapan Rasulullah saw di atas: Air zamzam
bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau
minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah
menyembuhkannya.
Selasa, 12 Februari 2013
Keajaiban Kabah.By Hasnan Habib Kota Depok
Ada yg menarik bagi kiblat umat Islam yaitu Ka'bah. Berdasarkan
penelitian para ilmuwan, ditemukan bukti adanya keajaiban yg akurat,
yaitu angka unik 1,618. Angka satu koma enam ratus delapan belas ini,
bisa cm, m atau km dst.
Dimana keajaibannya?
Ternyata Ka'bah adalah titik sentral alam semesta. Jadi bukan asal di bangun dan bukan asal berdiri.
Uniknya lagi...jarak dari Ka'bah ke kutub utara dan jarak Ka'bah ke
kutub selatan, dimana jarak terpanjang di bagi dengan jarak terpendek
hasilnya 1,618. Begitu juga jarak dari Ka'bah ke barat dan jarak Ka'bah
ke timur dimana sisi panjang di bagi sisi pendeknya, juga ketemu angka
1,618. Begitu juga jarak diagonal Ka'bah di peta, dari jarak sisi
panjang ke sisi jarak pendeknya di bagi dua, akan menghasilkan jarak
1,618. Dan jarak dimana Ka'bah ke timur dan ke barat lebih semetris di
bandingkan dengan jarak dari GMT di London yang dijadikan titik sentral
untuk menentukan waktu dari 0 derajat ke barat sejauh 180 derajat dan 0
derajat ke timur sejauh 180 derajat yg bertemu di Samudera Pasifik, yg
sebenarnya tidak akurat, jadi menurut konsep ini mestinya pembagian
waktu yg tepat bukan dari kota London, tapi kota Mekkah.
Lebih ajaib lagi...jarak angka ajaib itu juga ada dalam tubuh manusia, Misalnya jarak panjang tangan kita dari mulai jari sampai sikut dan dari sikut ke bahu, bila jarak itu di bagi sisi panjangnya dengan sisi pendeknya, maka hasilnya 1,618.
Begitu juga muka kita, bila sisi panjangnya di bagi sisi pendeknya, akan ketemu angka 1,618. Coba ukur setiap jari tangan kita, ternyata bila sisi panjangnya dibagi dengan sisi pendeknya hasilnya juga 1,618 dst.
Dan titik sentral Ka'bah akan terasa lebih menakjubkan pada saat kita Tawaf (naik haji) mengelilingi Ka'bah 7X putaran, pada saat seperti itu bila kita melihatnya dari atas, gerak gelombang orang yg sedang tawaf dibulan haji, seperti berputarnya planet-planet mengelilingi matahari ketika sedang berevolusi.
Lebih ajaib lagi...jarak angka ajaib itu juga ada dalam tubuh manusia, Misalnya jarak panjang tangan kita dari mulai jari sampai sikut dan dari sikut ke bahu, bila jarak itu di bagi sisi panjangnya dengan sisi pendeknya, maka hasilnya 1,618.
Begitu juga muka kita, bila sisi panjangnya di bagi sisi pendeknya, akan ketemu angka 1,618. Coba ukur setiap jari tangan kita, ternyata bila sisi panjangnya dibagi dengan sisi pendeknya hasilnya juga 1,618 dst.
Dan titik sentral Ka'bah akan terasa lebih menakjubkan pada saat kita Tawaf (naik haji) mengelilingi Ka'bah 7X putaran, pada saat seperti itu bila kita melihatnya dari atas, gerak gelombang orang yg sedang tawaf dibulan haji, seperti berputarnya planet-planet mengelilingi matahari ketika sedang berevolusi.
Langganan:
Postingan (Atom)







